VIVAnews - Kehadiran Boyband SM*SH yang sempat dituding mencontek gaya boyband Korea memang sangat menyita perhatian. Popularitas boyband asal Bandung ini semakin meroket. Setelah menyanyi kini mereka mulai menjajal dunia akting.
Mereka akan menampilkan kemampuan aktingnya dalam sinetron berjudul 'Cinta Cenat Cenut'. Pemilihan SM*SH menjadi bintang utama dalam sinetron tersebut karena boyband yang populer lewat lagu 'I Heart You' ini dinilai sangat fenomenal.
"Kami lihat boyband SM*SH sekarang ini sangat fenomenal dan kami ingin mengangkat cerita tentang mereka," kata Miftah yang mewakili tim produksi serial tersebut saat ditemui di Gedung Trans TV, Jakarta Selatan.
Managemen SM*SH sendiri saat dihubungi VIVAnews.com membenarkan jika boyband yang beranggotakan tujuh orang ini memang akan memulai debutnya di dunia akting.
''Iya benar, teman-teman SM*SH terjun di dunia akting juga. Tapi mengenai alasannya mungkin nanti akan dijelaskan kemudian,'' Icha menuturkan, salah satu manager SM*SH.
SM*SH mulai ramai menjadi pembicaraan publik setelah lagu mereka yang berjudul 'I Heart You' muncul di media upload video semacam Youtube. Video tersebut langsung menyita perhatian. Sejumlah komentar baik yang mendukung maupun memandang sebelah mata terhadap penampilan mereka juga meramaikan dunia maya.
Minggu, 27 Maret 2011
SM*SH Ingin Kolaborasi Dengan Backstreet Boys
Nama boyband SMASH mulai melejit ke permukaan dan dikenal oleh banyak orang. Namun mereka mereka tetap rendah hati dan tidak merasa sebagai seorang selebriti.
"Kita biasa aja sih, kan yang menjuluki selebritis atau bukan kan orang lain. Kita ngerasa diatas langit masih ada langit lah," ujar personil SM*SH, Bisma ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Jakarta Pusat (05/01).
Selain nama yang mulai melejit, mereka mengungkapkan keinginan untuk go Internasional. Namun sebelum melangkah lebih jauh dengan go Internasional mereka ingin menunjukkan diri sebagai band yang berkualitas terlebih dahulu.
"Sangat banget (ingin go Internasional). Tapi untuk melangkah ke sana yah harus berjuang banget, bangun imej sebagai boyband yang berkualitas aja dulu. Dan jangka pendeknya kita punya album dulu. Jadi mungkin itu satu modal untuk go Internasional. Kita juga sampai sekarang masih latihan vokal. Dan single kita I Heart You juga ada lirik inggrisnya," tambah Bisma.
Jika SM*SH bisa mewujudkan mimpi untuk go internasional mereka ingin berkolaborasi dengan NKOTB, dan Backstreet Boys. Selain itu menurut mereka boyband Asia juga banyak yang bagus.
"Mungkin banyak sekali kali yah seperti Backstreet Boys, NKOTB, dan boyband dari asia juga banyak yang bagus yah," pungkasnya.
"Kita biasa aja sih, kan yang menjuluki selebritis atau bukan kan orang lain. Kita ngerasa diatas langit masih ada langit lah," ujar personil SM*SH, Bisma ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Jakarta Pusat (05/01).
Selain nama yang mulai melejit, mereka mengungkapkan keinginan untuk go Internasional. Namun sebelum melangkah lebih jauh dengan go Internasional mereka ingin menunjukkan diri sebagai band yang berkualitas terlebih dahulu.
"Sangat banget (ingin go Internasional). Tapi untuk melangkah ke sana yah harus berjuang banget, bangun imej sebagai boyband yang berkualitas aja dulu. Dan jangka pendeknya kita punya album dulu. Jadi mungkin itu satu modal untuk go Internasional. Kita juga sampai sekarang masih latihan vokal. Dan single kita I Heart You juga ada lirik inggrisnya," tambah Bisma.
Jika SM*SH bisa mewujudkan mimpi untuk go internasional mereka ingin berkolaborasi dengan NKOTB, dan Backstreet Boys. Selain itu menurut mereka boyband Asia juga banyak yang bagus.
"Mungkin banyak sekali kali yah seperti Backstreet Boys, NKOTB, dan boyband dari asia juga banyak yang bagus yah," pungkasnya.
Saat Manggung SM*SH Sering Dicubit, Dijambak, Dicakar
Meski dituduh plagiat boyband SMASH/SM*SH telah memiliki fans fanatik yang siap membela eksistensi mereka di dunia musik Indonesia. Tak hanya dari Indonesia fans yang diberi nama Smashblast tersebut juga muncul dari negara-negara lain.
"Kita udah ada, namanya smashblast. Udah ada di tiap kota. Seneng banget, sampai Sumatera dan Papua, Malaysia, Singapura. Belanda juga udah, jadi mereka ngelihat kita kebanyakan dari Youtube. Kita bersyukur, karena tanpa mereka kita gak akan jadi seperti ini," tutur Bisma, salah seorang anggota SM*SH ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Jakarta Pusat (5/1).
Bisma menceritakan pengalaman unik berhadapan dengan fans di mana mereka selalu dicubit, dijambak bahkan dicakar saat tampil.
"Palingan kita selalu dicubitin yah. Ada yang dijambak, dicakar. Rangga juga sering banget digituin. Tapi sih masih dalam taraf wajar. Sampai sekarang belum ada yang terlalu annoying, semoga sampai ke depannya nggak," tuturnya.
Meski sering jadi korban para fans, Rangga tetap menganggap Smashblast baik-baik. "Tapi sebenernya mereka baik-baik kok, kadang mereka juga sampai nangis-nangis untuk bisa ketemu kita, antusias banget. Mereka juga suka bawain sesuatu kalau kita pas manggung," tambah Rangga.
"Kita udah ada, namanya smashblast. Udah ada di tiap kota. Seneng banget, sampai Sumatera dan Papua, Malaysia, Singapura. Belanda juga udah, jadi mereka ngelihat kita kebanyakan dari Youtube. Kita bersyukur, karena tanpa mereka kita gak akan jadi seperti ini," tutur Bisma, salah seorang anggota SM*SH ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Jakarta Pusat (5/1).
Bisma menceritakan pengalaman unik berhadapan dengan fans di mana mereka selalu dicubit, dijambak bahkan dicakar saat tampil.
"Palingan kita selalu dicubitin yah. Ada yang dijambak, dicakar. Rangga juga sering banget digituin. Tapi sih masih dalam taraf wajar. Sampai sekarang belum ada yang terlalu annoying, semoga sampai ke depannya nggak," tuturnya.
Meski sering jadi korban para fans, Rangga tetap menganggap Smashblast baik-baik. "Tapi sebenernya mereka baik-baik kok, kadang mereka juga sampai nangis-nangis untuk bisa ketemu kita, antusias banget. Mereka juga suka bawain sesuatu kalau kita pas manggung," tambah Rangga.
Boyband SM*SH Kaget Mendadak Tenar
Boyband SMASH/SM*SH semakin tenar saja. Walau banyak yang menghina, tak bisa disangkal mereka tetap melenggang untuk meraih lebih banyak penggemar di kancah musik Indonesia. Namun mereka mengaku sempat kaget juga tenar secara mendadak.
"Awalnya ya kaget juga (mendadak tenar). Tapi sekarang udah sampai di sini, ya udah jalani aja," tutur Bisma ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Jakarta Pusat (5/1).
Namun untuk menjadi boyband tidak semudah kelihatannya. Mereka tidak boleh hanya jual tampang tapi juga harus belajar menari serta memadukan dance dengan vokal. Hal tersebut tentu memerlukan perjuangan.
"Jadi boyband itu ternyata juga butuh perjuangan. Dari gak bisa joget sampai akhirnya belajar dan bisa menari. Temen-temen juga sabar ngajarin nari. Kita gak langsung mendadak tanpa terkenal. Kita juga harus latihan, belajar olah vokal, atur napas. Apalagi kalau manggung, kita harus atur blocking dan segala macem, biar bisa tampil maksimal. Jadi kalau dibandingkan ama band yang megang alat musik itu sama sebenernya, namun dengan tingkat kesulitan masing-masing," tutur Morgan salah satu personil SM*SH.
Untuk bisa tetap kompak, SM*SH harus berlatih 3-4 jam sehari tiap weekend. Sesi tersebut juga mereka jadikan ajang sharing serta evaluasi.
"Kita latihan tiap weekend. 3-4 jam sehari. Kita juga sering sharing, ada masalah gak, dan juga kalau misalkan abis show kita selalu evaluasi. Jadi gak hanya kompak di panggung aja," tutup Bisma
"Awalnya ya kaget juga (mendadak tenar). Tapi sekarang udah sampai di sini, ya udah jalani aja," tutur Bisma ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Jakarta Pusat (5/1).
Namun untuk menjadi boyband tidak semudah kelihatannya. Mereka tidak boleh hanya jual tampang tapi juga harus belajar menari serta memadukan dance dengan vokal. Hal tersebut tentu memerlukan perjuangan.
"Jadi boyband itu ternyata juga butuh perjuangan. Dari gak bisa joget sampai akhirnya belajar dan bisa menari. Temen-temen juga sabar ngajarin nari. Kita gak langsung mendadak tanpa terkenal. Kita juga harus latihan, belajar olah vokal, atur napas. Apalagi kalau manggung, kita harus atur blocking dan segala macem, biar bisa tampil maksimal. Jadi kalau dibandingkan ama band yang megang alat musik itu sama sebenernya, namun dengan tingkat kesulitan masing-masing," tutur Morgan salah satu personil SM*SH.
Untuk bisa tetap kompak, SM*SH harus berlatih 3-4 jam sehari tiap weekend. Sesi tersebut juga mereka jadikan ajang sharing serta evaluasi.
"Kita latihan tiap weekend. 3-4 jam sehari. Kita juga sering sharing, ada masalah gak, dan juga kalau misalkan abis show kita selalu evaluasi. Jadi gak hanya kompak di panggung aja," tutup Bisma
Dicemooh Band Banci, SM*SH Buktikan Mereka Macho
Kemunculan boyband SMASH atau SM*SH dibarengi dengan kontroversial karena dituduh plagiat. Namun band yang beranggotakan Bisma, Ilham, Dicky, Morgan, Rangga, Reza, dan Rafael ini malah bersyukur karena dengan begitu nama mereka malah semakin mencuat.
"Ya malah kita berterima kasih ya. Soalnya kan yang melihat kita jadi makin banyak. Salah satunya di Youtube. Jadi kita bisa di sini juga karena mereka," ujar Rangga ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat (5/1).
Namun mereka sempat terganggu juga dengan ulah pihak-pihak yang tidak menyukai mereka. Terutama dengan cemoohan sebagai band Banci. Namun mereka santai saja menghadapi semua itu, dan SM*SH bakal membuktikan jika mereka cukup macho.
"Ganggu sih pasti yah, tapi ya udah lah. Santai aja sih, kita buktiin aja bahwa kita macho kok," ujar Bisma secara positif menghadapi semua masalah tersebut.
"Emang sih imej boyband selama ini ya seperti itu, atau emang ada yang seperti itu, tapi ya kita buktikan aja," tambah Morgan.
"Ya malah kita berterima kasih ya. Soalnya kan yang melihat kita jadi makin banyak. Salah satunya di Youtube. Jadi kita bisa di sini juga karena mereka," ujar Rangga ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat (5/1).
Namun mereka sempat terganggu juga dengan ulah pihak-pihak yang tidak menyukai mereka. Terutama dengan cemoohan sebagai band Banci. Namun mereka santai saja menghadapi semua itu, dan SM*SH bakal membuktikan jika mereka cukup macho.
"Ganggu sih pasti yah, tapi ya udah lah. Santai aja sih, kita buktiin aja bahwa kita macho kok," ujar Bisma secara positif menghadapi semua masalah tersebut.
"Emang sih imej boyband selama ini ya seperti itu, atau emang ada yang seperti itu, tapi ya kita buktikan aja," tambah Morgan.
Boyband SMASH Manfaatkan Celah Pasar
Para personil boyband SMASH/SM*SH membantah tuduhan bahwa mereka meniru konsep dari boyband Korea. Menurut mereka boyband Korea hanya sekedar inspirasi, sama seperti mereka juga menjadikan boyband Amerika sebagai inspirasi.
"Sebenernya sih konsep kita gak terlalu ke sana. Tapi emang sih, sekarang lagi jamannya Korean wave, mungkin mereka jadi satu inspirasi aja, namun tak hanya mereka, tapi boyband Amerika juga yang jadi inspirasi," ujar Bisma, salah satu personil SM*SH ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat (5/1).
"Mungkin dari segi pakaian kali yah, kita disamain ama boyband Korea, namun itu kan juga produk lokal. Padahal kan, banyak juga band-band yang berpakaian layaknya boyband. Mungkin karena kita konsepnya boyband jadi disangka niru gaya boyband Korea," tambah Rangga.
Tampil dengan konsep sebagai boyband, selain memang menyukai musik ala boyband, anggota SM*SH mengaku juga memanfaatkan celah pasar karena boyband di Indonesia masih jarang.
"Ya pasti yah, kita tentunya mikir celah pasar juga. Tapi memang rata-rata dari kita suka dengerin musik boyband dan suka dance. Namun kalau untuk musik, masing-masing personil suka dengan musik yang berbeda-beda, malah ada yang suka musik pop, pop rock, maupun rock juga," tutup Rangga.
"Sebenernya sih konsep kita gak terlalu ke sana. Tapi emang sih, sekarang lagi jamannya Korean wave, mungkin mereka jadi satu inspirasi aja, namun tak hanya mereka, tapi boyband Amerika juga yang jadi inspirasi," ujar Bisma, salah satu personil SM*SH ketika ditemui di Resto Sedap Alami, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat (5/1).
"Mungkin dari segi pakaian kali yah, kita disamain ama boyband Korea, namun itu kan juga produk lokal. Padahal kan, banyak juga band-band yang berpakaian layaknya boyband. Mungkin karena kita konsepnya boyband jadi disangka niru gaya boyband Korea," tambah Rangga.
Tampil dengan konsep sebagai boyband, selain memang menyukai musik ala boyband, anggota SM*SH mengaku juga memanfaatkan celah pasar karena boyband di Indonesia masih jarang.
"Ya pasti yah, kita tentunya mikir celah pasar juga. Tapi memang rata-rata dari kita suka dengerin musik boyband dan suka dance. Namun kalau untuk musik, masing-masing personil suka dengan musik yang berbeda-beda, malah ada yang suka musik pop, pop rock, maupun rock juga," tutup Rangga.
Pancing Kontroversi, Smash Semakin Laris
Kehadiran boyband Sm*sh alias Smash yang menghadirkan konsep baru berupa lagu yang dipadukan dengan dance serta mengandalkan tampang-tampang ganteng dari para personilnya memantik reaksi kontroversial dari penikmat musik.
Hujatan berdatangan dari dua pihak yang berbeda, dari penggemar musik Indonesia sendiri maupun dari para penggemar musik Korea. Beberapa penggemar musik Indonesia menganggap kehadiran boyband ini dinilai kurang macho, tidak bangga dengan produk Indonesia, dan bahkan ada yang secara ekstrim menyebut mereka mah*, atau penyuka sesama jenis.
"Mending dengar lagu-lagu dari Zivilia, Kangen Band, dmasiv, dll yang bagus-bagus dan keren daripada band mah* kayak gini," tulis komen dari pengguna dengan username, laute2.
Sementara itu para penggemar musik Korea menghujat mereka dengan tuduhan plagiat. Mulai dari nama Smash yang kebetulan mirip nama boyband Korea era 80an, serta ada juga nama boyband Jepang dengan nama yang sama. Selain itu dance dari lagu tersebut dinilai penggemar K-pop agak mirip dengan dance dari boyband Super Junior, serta lagu yang menjiplak solois korea 1YTM.
"Dari namanya sampe lagunya smua jiplak! namanya ngikutin BB jepang-Sm*sh juga... lagunya JIPLAK solois korea 1YTM witouht you, intronya JIPLAK JB! Y ampuunn...ga kreatif abiss... backround mvnya JIPLAK Super Junior- No others...," tulis user dengan nama aprilia922.
Namun demikian banyak juga yang mendukung dan menggandrungi boyband ini, terutama remaja dan kaum hawa. Selain itu dibalik derasnya cercaan, Sm*sh malah semakin laris untuk mengisi acara-acara musik on air seperti INBOX SCTV maupun DAHSYAT RCTI. Inilah salah satu penampilan di salah satu stasiun TV tersebut dengan lagu mereka yang berjudul I Heart You:
Hujatan berdatangan dari dua pihak yang berbeda, dari penggemar musik Indonesia sendiri maupun dari para penggemar musik Korea. Beberapa penggemar musik Indonesia menganggap kehadiran boyband ini dinilai kurang macho, tidak bangga dengan produk Indonesia, dan bahkan ada yang secara ekstrim menyebut mereka mah*, atau penyuka sesama jenis.
"Mending dengar lagu-lagu dari Zivilia, Kangen Band, dmasiv, dll yang bagus-bagus dan keren daripada band mah* kayak gini," tulis komen dari pengguna dengan username, laute2.
Sementara itu para penggemar musik Korea menghujat mereka dengan tuduhan plagiat. Mulai dari nama Smash yang kebetulan mirip nama boyband Korea era 80an, serta ada juga nama boyband Jepang dengan nama yang sama. Selain itu dance dari lagu tersebut dinilai penggemar K-pop agak mirip dengan dance dari boyband Super Junior, serta lagu yang menjiplak solois korea 1YTM.
"Dari namanya sampe lagunya smua jiplak! namanya ngikutin BB jepang-Sm*sh juga... lagunya JIPLAK solois korea 1YTM witouht you, intronya JIPLAK JB! Y ampuunn...ga kreatif abiss... backround mvnya JIPLAK Super Junior- No others...," tulis user dengan nama aprilia922.
Namun demikian banyak juga yang mendukung dan menggandrungi boyband ini, terutama remaja dan kaum hawa. Selain itu dibalik derasnya cercaan, Sm*sh malah semakin laris untuk mengisi acara-acara musik on air seperti INBOX SCTV maupun DAHSYAT RCTI. Inilah salah satu penampilan di salah satu stasiun TV tersebut dengan lagu mereka yang berjudul I Heart You:
Langganan:
Komentar (Atom)






